ARTIKEL KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Kesimpulan Tentang Apa Yang Dimaksud Dengan Pembelajaran Berdiferensiasi Dan Bagaimana Hal Ini Dapat Dilakukan Di Kelas.
Dalam melakukan proses pembelajaran di kelas,  kita pasti mempunyai tantangan.  Sebagai contoh setiap murid punya karakter dan gaya belajar yang berbeda- beda. Ada yang daya tangkapnya cepat ada yang lambat, ada yang hoby di lapangan/ praktik langsung, ada yang hanya hobby mendengarkan. Tantangan yang dihadapi seperti ini  hendaknya menjadi motivasi untuk merancang berbagai model-model pembelajaran. Sebagai guru, kita hendaknya berusaha memahami bahwa sesungguhnya murid memiliki berbagai keberagaman dan keunikan masing – masing.  
Berdasarkan pengalaman selama mengajar, saya menemui berbagai macam murid dengan segala perbedaannya. Misalnya perbedaan tentang minat dan gaya belajar, pengetahuan yang dimiliki, karakter, hobi, latar belakang keadaan sosial ekonomi keluarga, kecepatan dalam memahami suatu pelajaran, dan lain sebagainya. Namun sepertinya selama ini saya kurang menyadari bahwa segala perbedaan tersebut menyebabkan kebutuhan belajar murid yang berbeda-beda sehingga saya pun mungkin kurang maksimal dalam memberikan variasi layanan pembelajaran yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan murid.
Salah satu cara yang dapat diterapkan oleh seorang guru dalam mengelola kelas dan memenuhi kebutuhan murid yang berbeda adalah dengan cara memahami berbagai macam karakter murid dan memberikan layanan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya yang kemudian saya pelajari lebih dalam di Modul 2.1 ini tentang bagaimana menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan murid yang berbeda-beda.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis oleh guru agar mampu mengakomodir seluruh kebutuhan murid yang berbeda di dalam kelas atau lingkungan sekolah. 
Sebagai guru, tentunya dipahami bahwa jumlah murid yang diajar di dalam kelas memiliki keberagaman tersendiri karena sejatinya setiap murid memiliki keunikannya masing-masing. Dengan keunikan tersebut, guru sebagai pendidik bertindak sebagai fasilitator dalam memahamkan materi kepada murid dan memfasilitasi agar semua murid mampu memproses ide atau informasi yang diperolehnya serta mampu mengembangkan suatu produk sesuai dengan kemampuan muridnya masing-masing. Untuk itu, pada pembelajaran berdiferensiasi, perlu persiapan atau strategi pembelajaran yang tepat dari guru baik meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek pemetaan kebutuhan belajar murid.
Agar dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi guru harus:
1)Memahami tujuan pembelajaran
2)Mengetahui dan merespon kebutuhan murid
3) Menciptakan lingkungan belajar yang mengundang muriid untuk belajar 
4)Melakukan menejemen kelas yang efektif
5)Melakukan penilaian berkelanjutan.

Dasar pemetaan kebutuhan belajar murid dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi meliputi tiga hal, yaitu:
1) Kesiapan Belajar Murid (readiness)
Sebelum mempelajari materi atau topik, guru perlu memetakan kebutuhan murid. Dalam hal ini, guru harus mendiagnosa kesiapan belajar murid. 
2)Minat Belajar Murid
Hal lain yang perlu dilakukan sebelum melakukan pembelajaran berdiferensiasi adalah guru perlu memetakan murid berdasarkan minat belajarnya. 
3)Profil Belajar Murid
Pemetaan kebutuhan murid berdasarkan profil belajar murid lebih kepada bagaimana murid belajar sesuai dengan gaya belajarnya yang beragam atau bervariasi. Seperti lingkungan, budaya, kecerdasan majemuk dan gaya belajar.
Kebutuhan belajar murid dapat diidentifiksi berdasarkan cara-cara berikut ini:
a)Mengamati perilaku murid
b)Mengidentifikasi pengetahuan awal
c) Meriview melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran
Berbicara dengan guru murid sebelumnya
d)Membaca raport murdi di kelas sebelumnya
e) Menggunakan penilaian formatif dan asesment awal.
Dengan ketiga dasar pemetaan tersebut, guru akan mampu merancang pembelajaran berdiferensiasi dengan baik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai, yaitu mampu mengakomodir segala perbedaan dari murid, apa yang dibutuhkan oleh murid dalam belajar dan apa yang dapat dilakukan oleh murid terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya serta bagaimana guru dapat merespon seluruh kebutuhan belajar murid yang berbeda tersebut.

Langkah Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi
Untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru dan sekolah dapat melakukan langkah-langkah berikut ini:
-Sebelum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru perlu memiliki pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan belajar siswa di sekolahnya dengan melakukan pemetaan berdasarkan tiga aspek, yaitu kemauan belajar, minat belajar, dan profil belajar siswa. Hal ini bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey.
-Penyesuaian materi pembelajaran  dengan tingkat keterampilan dan pemahaman siswa.
-Guru dapat memberikan materi tambahan untuk siswa yang lebih cepat memahami, serta dukungan tambahan untuk siswa yang memerlukan waktu lebih lama.
Kemudian, guru bisa mengembangkan desain dan strategi pembelajaran yang berbeda, serta mencari sumber daya tambahan yang sesuai dengan hasil survey kebutuhan siswa. Dalam melakukan hal ini guru bisa berkolaborasi dengan guru lainnya, kepala sekolah, maupun staf dan administrator sekolah.
-Guru bisa menawarkan pilihan strategi, materi, dan metode pembelajaran kepada siswa di kelas.
-Guru bisa melakukan evaluasi rutin mengenai penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang telah dilakukan. 
-Guru juga bisa meminta feedback dari para siswa maupun orang tua siswa mengenai strategi pembelajaran tersebut.

Strategi Pembelajaran berdiferensiasi ada 3 yaitu: diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.
1) Diferensiasi konten
Diferensiasi Konten adalah segala materi pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada muridnya yang mengacu kepada kemampuan dan keterampilan.
2) Diferensiasi proses
Diferensiasi Proses adalah rangkaian kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung secara sistematis dan variatif dengan memperhatikan kebutuhan murid ataupun pendekatan emosional. Dalam melakukan diferensiasi proses Guru merancang pembelajaran sedemikian rupa baik itu pembelajaran model kelompok atau mandiri. Cara diferensiasi proses di antaranya:
-Kegiatan berjenjang, di mana semua murid bekerja membangun pemahaman yang sama tetapi dilakukan dengan dukungan, tantangan dan kompleksitas yang berbeda.
-Menyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan melalui sudut-sudut minat, dengan demikian akan mendorong murid mengeksplorasi berbagai materi yang dipelajari.
-Membuat agenda individual untuk murid, misalnya guru membuat daftar tugas berisi pekerjaan umum untuk semua kelas serta daftar pekerjaan yang terkait dengan kebutuhan individual murid. Jika murid telah selesai mengerjakan pekerjaan umum maka mereka dapat selesai melihat agenda individual dan pekerjaan yang dibuat khusus untuk mereka
-Memfasilitasi lama waktu yang murid dapat ambil untuk menyelesaikan tugas. Dalam hal ini untuk memberikan dukungan bagi murid yang mengalami kesulitan atau sebaliknya mendorong murid yang cepat untuk mengejar topik secara lebih mendalam.
-Mengembangkan kegiatan yang bervariasi yang mengakomodasi gaya belajar visual, auditori dan kinestetik.
-Menggunakan pengelompokan yang fleksibel yang sesuai dengan kesiapan, kemampuan dan minat murid.
2) Diferensiasi produk
Diferensiasi Produk adalah hasil atau tagihan dari suatu proses pembelajaran yang telah dilakukan murid sesuai pemahaman belajar mereka dalam bentuk produk. Disini guru memikirkan dan mempertimbangkan jenis tagihan yang diharapkan dari murid. Jenis produk bisa berbentuk karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, dan sebagainya. Yang paling penting produk ini harus mencerminkan pemahaman murid yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Cara mendiferensiasi produk dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan mempertimbangkan kebutuhan belajar murid terlebih dahulu sebelum memberikan penugasan produk. Penugasan produk harus membantu murid secara individual atau kelompok, menentukan kembali atau memperluas apa yang mereka pelajari selama periode waktu tertentu (satu semester atau satu tahun). Produk sangat penting karena mewakili pemahaman dan aplikasi dalam bentuk yang luas, produk juga merupakan elemen kurikulum yang langsung dapat dimiliki oleh murid.
Melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan efektif dan efisien juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sebagai guru, tentu memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan atmosfer lingkungan belajar yang memungkinkan murid untuk berada dalam kondisi jauh dari rasa takut, berani dan tampil percaya diri dalam mengungkapkan ide atau pendapat, senang dalam berkolaborasi, berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyukai tantangan atau hal-hal baru sehingga murid mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Dalam hal ini, berbagai pendekatan dilakukan oleh guru terhadap konten, proses dan produk dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk menumbuhkan motivasi murid agar menjadi pembelajar sepanjang hayat. 
Demikian pula, umpan balik, evaluasi dan refleksi secara kontinyu juga terus dilakukan agar guru pun menjadi pembelajar sepanjang hayat. Jika pembelajaran berdiferensiasi ini dilakukan dengan efektif dan efisien maka semua murid akan merasa aman dan nyaman dalam belajar serta pemenuhan kebutuhan murid dapat terwujud, tidak akan ada murid yang merasa diistimewakan atau sebaliknya. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi ini juga akan memberikan kemudahan bagi guru dalam memetakan dan mengakomodir seluruh kebutuhan murid untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang selalu berubah.

KONEKSI ANTAR MATERI

Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Filosofi Pendidikan KHD
Fiosofi Pembelajaran KHD menegaskan bahwa pendidikan harus berpihak pada murid. Hal ini selaras dengan pembelajaran berdiferensiasi, dimana pembelajaran berorientasi kepada kebutuhan belajar murid. sebagai seorang pendidik harus dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa, kebutuhan ini bisa diakomodir melalui pembelajaran berdiferensiasi dimana keberagaman siswa dapat dipetakan baik kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Hal ini selaras dengan filosofi KHD yang terdapat pada modul 1.1 dimana dikatakan bahwa pendidikan adalah menenutun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia maupun anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya

Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Nilai dan Peran Guru Penggerak
Dalam memetakan kebutuhan belajar murid dibutuhan guru yang memiliki nilai reflektif terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaluinya bersama murid; harus inovatif membuat media pembelajarn yang sesuai dengan kebutuhan murid; dan harus mampu berkolaborasi dengan murid, sesama guru, dan orang tua murid untuk mendapatkan informasi tentang karakter belajar murid.

Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Visi Guru Penggerak
Guru Penggerak memiliki Visi untuk melakukan perubahan positif pada pembelajaran yang berpihak pada murid. melalui strategi pendekatan Inquiry Apresiatif, guru akan menemukan kekuatan yang dimilikinya untuk mewujudkan VISI tentang murid impiannya. Guru menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif melalui tahapan BAGJA, antara lain
Buat pertanyaan terkait kebutuhan siswa.
Ambil pembelajaran apa yang sudah dilakukan.
Gali mimpi tentang kondisi ideal yang ingin dicapai pada saat proses pembelajaran.
Jabarkan 3 strategi pembelajaran berdiferensiasi (Penyajian materi dengan beragam cara, penyesuaian dengan tingkat kesulitan, evaluasi dan umpan balik yang berbeda)
Atur eksekusi dengan melakukan penilaian yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Budaya Positif
Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk atmosfir lingkungan yang positif. Lingkungan yang positif terwujud karena adanya budaya positif yang lahir dari disiplin internal dalam komunitas belajar. Guru dapat membantu siswa untuk mersa dihargai dan memiliki keterkaitan antara diri siswa baik dengan guru maupun teman di kelasnya.

Komentar